CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6

CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6

TOURNAMENT PENCURI JACKPOT WAJIB4D

CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6, Hasrat-Bispak05 "Aaah…", saya menjerit seram di saat tau-tau badanku terangkut, rupanya Wawan memanggul ke-2  pahaku di atas pundaknya, serta ke-2  betisku yang terjuntai menekuk ke bawah ini melekat di punggung Wawan.

Saya bertambah gak memiliki daya. Dengan tangan kiriku yang melingkar di leher pak Bijaksanain yang berdiri di sisi kiriku, tangan kananku yang melingkar di leher Suwito yang berdiri di samping kananku, dan ke-2  pahaku yang dipanggul Wawan di pundak kanan serta kirinya, saya tidak dapat ke mana saja kembali.

Kengerian sedikit menempaku waktu saya memahami badanku melayang-layang cukuplah tinggi dari lantai, ditambah lagi dalam status sebagai berikut mereka bawa badanku keluar kamarku, terus keluar hingga ke arah tempat jemuran busana.

Tetapi yang paling membuatku was-was ialah kepala Wawan yang ada pada ke-2  pahaku yang terbuka, serta yang nyata muka Wawan menghadap langsung pada bibir vaginaku, begitu dekat. Suatu jilatan yang sudah dilakukan Wawan mengawali pembantaian kepada diriku, serta saya menggelinjang kurang kuat karena tingkah Wawan ini.

"Wan… jangan… angghhhk…", saya coba meminta, namun saya harus melenguh waktu Wawan kembali memagut bibir vaginaku yang terpancang di hadapannya, dan badanku melafalkanng istimewa tidak bisa kukendalikan kembali.

Belumlah cukup siksaan keasyikan yang kualami, pak Bijaksanain serta Suwito meningkatkan pengidapanku. Mereka membeberkan bra yang membalut payudaraku, lalu nyaris bertepatan mereka menyeruput ke-2  puting payudaraku yang berada di hadapan mereka. Saya mulai tidak sanggup terima seluruh rangsangan ini, badanku menggeliang serta melafalkanng tidak bisa kukendalikan kembali.

"Mmmhh… udaaah…", saya mendesah dan meminta.

Tidak ada jawaban pada mereka atau tanda-tanda mereka ingin dengerin permintaanku. Mereka bertiga lagi memikat ke-2  puting payudaraku, pun bibir serta lubang vaginaku. Saya mulai teraniaya dalam keasyikan ini, nafsuku telah naik tidak karuan, serta rasa panas mulai menjalari sekujur badanku.

"Ngghh… sudaah… mmhh… hentikaaan… aunghhh…", saya meminta dan merengek-rengek antara lenguhan serta rintihanku.

CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6

Tetapi benar-benar salahku pun sich, nampaknya sakit hati tiga pejantan ini terlampau besar seusai saya berkali kali merayu serta memancing hasrat mereka sepanjang hari ini. Mereka betul-betul gak mempedulikan permintaanku dan dengan kejam mereka terus menyiksaku.

Saya sudah tidak kuat kembali. Pinggangku meliuk dan meliuk, kepalaku hingga sampai terdongak gara-gara enaknya rangsangan bertubi tubi yang menimpa badanku ini. Lantaran status badanku yang semacam ini, kepalaku jadi terjuntai ke bawah, dan rambutku yang terurai ini tersentak sentak ikuti pergerakan badanku.

Tiba-tiba mereka bertiga bersama-sama menyudahi tindakan mereka, tetapi mereka biarkan badanku selalu melayang-layang tinggi di bahu mereka. Saya mengerang perlahan-lahan, dalam hati saya berasa sedih lantaran nikmat yang menimpaku ini jadi sirna saat mereka stop demikian saja sesuai ini.

Namun saya cuman diam, saya tidak pengen berujar apa apa, mengharap atau melakukan hal apa saja, biarpun diam diam saya nikmati tersisa sisa luapan hasrat yang menyerang badanku.

"Non Eliza ingin turun?", bertanya Wawan sekalian meniup bibir vaginaku.

"I… iyaa…", jawabku dengan merengek-rengek dan saya sedikit menggoyang goyangkan pinggulku buat menjauhkan bibir vaginaku dari tiupan Wawan.

"Wan…", saya kembali merengek-rengek di Wawan.

Dengan ke-2  betisku yang melekat di punggung Wawan, dan ke-2  pahaku yang menjepit kepala Wawan, pergerakanku sekalipun tak bermanfaat. Apa saja yang kulakukan, bibir vaginaku masih tetap berada di hadapan muka Wawan yang sampai hati menyambung tingkahnya itu.

"Selalu apa tanggung-jawab non tadi telah membuat kita kita tegangan tinggi waktu tonton non di kamar tadi siang?", bertanya Suwito yang lalu menyeruput puting payudaraku yang ada pada hadapannya sampai saya menggeliang dan mengartikulasikanng kurang kuat.

TOURNAMENT PENCURI JACKPOT WAJIB4D

"Enggh… maaf deh… tapi… kalian kok kurang ajar sich… kalian itu ngintip saya, kok justru saya yang diminta tanggung-jawab?? Semestinya kan saya yang emosi??", dari meminta sekarang saya jadi tidak setuju dengan geram sekalian menghentikan hasratku pada saat Wawan dan Suwito repot menggempur wilayah wilayah peka pada badanku ini.

Dengar omelanku, Wawan serta Suwito hentikan gempuran mereka, dan mereka sama sama berpandangan sesaat.

Saya sendiri memandang dongkol dari mereka, tetapi saya tidak dapat melakukan hal apa saja pada saat badanku masih melayang-layang semacam ini dengan ke-2  tangan serta kakiku yang ada dalam kekuasaan mereka.

"Wah tak mau tahu, dasarnya non Eliza mesti tanggung-jawab. Lagian non Eliza udah buat kita kita ngaceng berkali kali tanpa ada hasil semenjak pagi", kata Wawan lalu kembali memagut bibir vaginaku.

"Engghkk… ngghh…", saya melenguh kesenangan gara-gara siksaan Wawan ini dan pinggangku kembali meliuk sampai perutku terangkut tinggi.

Saya pengin meronta, saya ingin meminta supaya mereka melepaskanku ini hari saja, sebab saya gak ingin pada situasi lemas waktu terima telpon Andy malam nanti. Saya pengin nikmati waktu saat mengobrol dengan Andy tiada siksaan rasa pegal maupun mengangut gara-gara kepayahan.

Namun tidak lama kemudian saya telah tidak bisa kembali berpikiran tenang. Saya mengerang rintih kenikmatan waktu ke-2  pergelangan tanganku dicekram oleh pak Bijakin dan Suwito, serta tangan mereka yang satunya mereka pakai untuk meraba dan membelai perutku, sedang mereka berdua kembali mengulum puting puting payudaraku.

Seluruhnya masih ditambah lagi tingkah Wawan yang meraba raba ke-2  pahaku yang terpangku di pundaknya ini dengan ke-2  tangannya. Baru ini kali mereka bertiga menyiksaku dengan sesadis ini. Semuanya kesan kesenangan yang kurasakan ini begitu istimewa dan meresahkan pikiranku.

Selanjutnya saya memutuskan nikmati waktu saat jadi bulan bulanan tiga pejantan ini, serta saya cuman dapat mengharap malam nanti saya masih lumayan kuat buat terima telephone Andy.

TOURNAMENT PENCURI JACKPOT WAJIB4D

Kunjungi Juga : Pencuri Jackpot & Pemburu Hadiah

Badanku menyebutng berkali-kali, pinggangku meliuk serta meliuk sangking nikmatnya rasa nikmat yang kuterima ini. Tidak bisa kutahan kembali, saya mesti berserah dirundung orgasme.

Saya melenguh sejadi jadi dan mengulet top melepas luapan liar ini, dan sekali ini tidaklah ada satu juga pada mereka yang ingin mengampuniku meskipun saya meminta seperti apa saja.

Sampai sekali ini mereka tambah memperhebat siksaan mereka padaku. Saya merasai lidah Wawan menyerang masuk isikan lubang vaginaku, serta tersebut tetap ditambahkan bibir Wawan yang memagut bibir vaginaku dengan liar.

"Aaahh… ooooh… Waaan…", suatu cucupan yang sangat kuat oleh Wawan pada bibir vaginaku membuatku menjerit kesenangan.

Rasanya tiap kaitan tulang di semuanya badanku lepas saat saya harus mengartikulasikanng dahsyat karena tingkah Wawan ini. Ke-2  betisku melekat kuat di punggung Wawan, mengakibatkan lututku telah tak dapat kutekuk kembali.

Ke-2  tanganku yang melingkar di leher pak Bijaksanain serta Suwito tidak lepas meski saya menggeliat seperti apa saja. Mereka menggembok ke-2  pergelangan tanganku di muka dada mereka masing-masing dan tangan mereka yang satunya seperti tidak pernah jemu permainkan ke-2  payudaraku.

Dengan gerak badan yang terhambat seperti berikut, saya terasa tidak punya daya juga utk sekedar melepaskan luapan orgasmeku. Namun diam diam saya malahan sangat puas ditangani sesuai ini oleh mereka, serta saya amat nikmati ketidak punya dayaanku ini.

VII. Pembantaian Itu Bersambung

"Sudah dong… turunin saya ya…", saya meminta dan merengek-rengek dari mereka dengan napas yang tersengal.

"Aanggkkh…", saya melenguh sejadi jadi saat jawaban yang kuterima ialah pagutan Wawan pada bibir vaginaku.

Tetapi cuma sekejap saja, Wawan udah hentikan pagutannya. Serta dia turunkan ke-2  kakiku dari pangkuan pundaknya, membiarkanku bergantung lemas dengan ke-2  tanganku yang masih tetap melingkar di leher pak Bijakin dan Suwito, dan ke-2  pergelangan tanganku yang masih tetap terkunci di muka dada mereka.

CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6

Saya menyaksikan Wawan tuju pintu yang membataskan sisi luar serta dalam di lantai dua rumahku ini, serta dia ambil kunci pintu yang menempel di lubang kunci sisi dalam pintu itu, lalu menempatkan kunci itu di sisi luarnya.

Selanjutnya Wawan tutup serta menutup pintu itu, lalu dia masukkan kunci pintu itu dalam kantong celananya, sembari menyaksikanku dengan senyuman penuh cibiran, seakan mau menjelaskan kalaupun sekali ini saya tidak mungkin berhasil lolos.

Tiba-tiba saya kaget karena saya memahami sebuah perihal. Bukan bab saya sudah tidak barangkali dapat larikan diri, lantaran saya udah ketahui jikapun saya usaha lari ke bawah, selanjutnya di bawah kelak saya harus terkepung kembali oleh mereka dari 2 arah dan akan selekasnya ketangkap kembali oleh mereka.

Yang kumaksud yakni, kenapa mereka menunjuk tempat jemuran busana ini untuk tempat sebagai membabat diriku? Di area yang amat terbuka ini, bagaimana bila kelak rintihan dan lenguhanku sampai kedengar oleh orang yang melalui di jalan depan rumahku? Atau, bagaimana kalaupun kami hingga sampai tampak oleh tetangga di muka rumahku yang tanpa ada menyengaja lihat menjurus rumahku?

"Wan… tidak boleh di sini dong… di kamar saja ya…", saya mulai merengek-rengek.

"Biar non dapat lari?", bertanya Wawan dengan suara mencemooh.

"Nggak… bukan begitu Wan… saya takut kalaupun di sini kelak suaraku kedengar orang di muka gimana… Iya dech saya janji gak dapat lari kembali", saya usaha meminta dengan suara memelas.

"Ya bila getho non tak boleh bernada, enteng kan?", jawab Wawan sekehendak hati, serta dia mulai dekatiku.

Saya memandang Wawan sekalian memasangkan paras cemberut, tetapi selang beberapa saat badanku melafalkanng sewaktu ke-2  payudaraku udah kembali diremas remas oleh pak Berbudiin dan Suwito.

"Eeh… mmmhh…", saya mengerang dan mengulet, di antara kenikmatan serta kesakitan.

TOURNAMENT PENCURI JACKPOT WAJIB4D

Wawan terus merapat, serta sekarang penglihatanku berubah ke pada penis Wawan itu telah tegak menunjuk itu, yang siap untuk mengeduk serta mencabuli lubang vaginaku.

Di saat Wawan telah membungkuk di hadapanku serta ke-2  pahaku yang kurapatkan sejak mulai barusan ini diperenggang olehnya, saya menggigit bibir dan pejamkan mataku, siap-siap mengikhlaskan lubang vaginaku ini terima tusukan sadis dari penis superior Wawan itu.

"Mmm…", saya mendesah perlahan sewaktu kurasakan bibirku ini di cium halus, serta saya masih pejamkan mataku.

Kecupan Wawan ini demikian mesra. Membikin jantungku berdetak kuat.

"Mmmhh…", saya kembali mengesah waktu kurasakan suatu jemari tangan tercelup masuk ke lubang vaginaku.

Jemari tangan yang nakal itu mulai mengeduk lubang vaginaku. Ditambah lagi dengan remasan remasan halus pada ke-2  payudaraku oleh pak Berbudiin dan Suwito, pun kecupan mesra Wawan yang saat ini telah beralih menjadi pagutan penuh gairah di bibirku, semuanya ini membuatku mulai menderita dalam birahi.

Ke-2  lututku ibaratnya lemas. Kalaupun kini ke-2  tanganku tidak melingkar di leher ke-2  pejantan yang ada di sisi kanan dan kiriku ini, ke-2  kakiku ini nyata gak bisa menyokong badanku. Saya kembali rapatkan ke-2  pahaku, coba membatasi derasnya laporkan jemari tangan Wawan yang memunculkan rasa nyeri di lubang vaginaku.

Saat itu saya lagi mengerang terbendung saat bibirku terus dipagut Wawan semacam ini, serta napasku mulai habis. Saya lebih menderita dalam kesenangan ini. Saya tidak dapat meronta, badanku rasanya terlampau lemas, tenagaku amblas entahlah ke mana.

Saya buka mataku, memandang Wawan dengan sayu, coba menggelengkan kepalaku, mengharap dia ketahui kodeku jika saya sudah memulai menanggung derita karena kekurangan napas. Akan tetapi Wawan justru memperbanyak siksaan ini. Saya merasai lidah Wawan melesak masuk ke mulutku, dan reflek saya membalasnya, sampai lidah kami sama-sama bertaut.

CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6

Selanjutnya, Wawan dengan kuat mengisap mulutku, mengisap dan mencucup air ludah dalam mulutku ini. Saya tidak dapat bernafas kembali lantaran luapan birahi yang menempa diriku ini ibarat menyumpal dadaku.

"Oooh…", saya meratap lega di saat selanjutnya Wawan melepas pagutannya sesudah senang mencucup semuanya air ludah di mulutku ini.

Napasku tersengal tidak karuan selesai barusan saya lumayan lama kekurangan napas. Saya usaha mengontrol napasku ini, akan tetapi cubitan nakal Suwito pada puting kanan payudaraku ini membikin napasku kembali mengincar.

Serta sewaktu pak Bijaksanain meremas kuat payudara kiriku, serta menyeruput puting payudaraku itu dengan sekeras kuatnya, saya mendesah kenikmatan nikmati seluruh cumbuan mereka ini.

"Aauw…", saya kembali mengeluhkan saat Wawan dengan sekehendak hati mengambil jemari tangannya yang sejak mulai barusan direndam masukkan ke lubang vaginaku.

‘Waan… masukkan lagi…', saya menjerit dalam hatiku.

Saya sedih. Saya tidak pengin jemari tangan yang nakal itu keluar dari dalam lubang vaginaku. Saya mau meminta pada Wawan supaya dia pengen masukkan jemari tangannya kembali, atau justru masukkan penis perkasanya itu ke lubang vaginaku.

Namun saya masih lumayan sadar buat mengontrol harga diriku menjadi nona majikan mereka. Karena itu saya mau tak mau diam serta pejamkan mataku, sembari mengharapkan mudah-mudahan Wawan lekas memikat lubang vaginaku kembali.

"Mmmhh…", saya melenguh perlahan waktu rasakan suatu hal yang tebal, hangat serta basah mendesak bibir vaginaku.

Saya buka kembali mataku. Rupanya kini Wawan tengah berjongkok di depanku dan menjilat-jilati bibir vaginaku. Ternyata Wawan masih pengin permainkanku, menganiaya diriku yang telah terbenam dalam luapan birahiku ini.

Seterusnya Wawan merengkuh ke-2  pahaku, lalu dia memagut bibir vaginaku. Saya mengesah kesenangan, badanku kembali menggeliang, kurasakan cairan cintaku kembali menetes.

TOURNAMENT PENCURI JACKPOT WAJIB4D

Dan kesan yang mengagumkan menimpa diriku saat tiba-tiba Suwito mencengkeram dan memagut bibirku, dan pak Bijakin yang masih tetap menyusu pada puting kiri payudaraku, sekarang  meremasi payudaraku yang satunya, yang pernah tidak bekerja karena ditinggal oleh Suwito yang saat ini repot melumat habis bibirku.

"Mmmh… mmm…", saya mengesah nikmat karena cumbuan bertubi tubi yang telah dilakukan tiga pejantanku ini, serta saya cuman dapat mengguman gak terang sebab bibirku yang dipagut dengan garang oleh Suwito.

Seakan semuanya belumlah cukup, sekarang Wawan kembali menusukkan lidahnya ke lubang vaginaku. Lidah itu memikat lubang vaginaku dengan nakal sekali, meliuk liuk ke kiri serta ke kanan, ke atas serta ke bawah, membuat mataku terbeliak, badanku menyebutng dan mengartikulasikanng.

Saya sudah tentu menjerit kesenangan kalaupun bibirku sedang tidak dilumat oleh Suwito sesuai ini.

"Mmmhh… mmmpphh…", dalam serangan mereka saya mendesah panjang serta badanku tersentak sekian kali menemani orgasme luar biasa yang menyerang badanku.

Otot perutku menyebutng sampai ibaratnya akan kram, menghadirkan rasa nikmat pada terasa sakit yang menganiaya diriku. Semuanya masih ditambah lagi dengan rasa nyeri yang kian jadi pada lubang vaginaku, yang memaksakanku untuk tetap orgasme.

Saya rasakan cairan cintaku membanjir sangat banyak. Tetapi dengan kejam Wawan memagut bibir vaginaku kuat kuat dan pagutan itu tidak lepas walaupun saya menggeliang seperti apa saja. Dan semuanya cairan cintaku yang tetap meluluh itu dicucup serta diseruput Wawan hingga habis.

"Mmmhk…", saya mengesah kurang kuat, pasrah.

Tidaklah ada yang dapat kulakukan disamping menggelepar, meronta, mengesah ketahan. Tetapi gelombang orgasme yang menderaku ini benar-benar tidak berhenti, karena Wawan lagi mengeduk aduk lubang vaginaku dengan lidahnya, sementara itu Suwito gak melepas bibirku dari pagutannya, sementara pak Bijaksanain masih tetap bergairah memagut puting kanan payudaraku.

Mereka terus menjarah badan nona majikan mereka ini.

CERITA SEX AKIBAT KENAKALAN ELIZA BOHAI PART6

Sehabis sejenak disiksa sesuai ini oleh mereka, penglihatanku mulai kabur. Saya udah lemas serta cuma dapat pasrah terima semuanya ini. Tenagaku seperti raib bersama cairan cintaku yang tetap membanjir keluar lubang vaginaku. Dan rasa gak punya daya ini mengantarku orgasme kembali buat ke demikian kalinya.

"Uhuuk… ngghhk…", saya terbatuk batuk kekurangan napas saat Suwito membebaskan pagutannya, dan saya masihlah harus melenguh nikmati orgasmeku.

"Non… non cakep sekali…", desah Suwito, lalu mengecup telingaku, mengulum daun telinga kiriku, meningkatkan semua kesan nikmat yang telah dari sejak barusan menganiaya badanku.

"Oooh…", saya mengesah serta menggigil, mataku kupejamkan kuat kuat.

Cumbuan yang tengah dilakukan Suwito kini demikian mesra, membuatku lebih kebingungan serta tidak tahu harus melakukan perbuatan apa. Jantungku berdetak cepat, sedang orgasmeku sekalipun tidak menyurut.

"Sudah Suwitoo… kamu mengapa sich… oooh…", saya merengek-rengek, tapi saya kembali mengesah waktu tiba-tiba kurasakan suatu yang hangat pada leherku.

Saya tidak akan rasakan kuluman pada puting kanan payudaraku, bermakna telah dipastikan pak Berbudiin yang memindah gempurannya di leherku ini.

"Pak Bijakin juga… auuuh… Waaan… udaaah…", saya merengek-rengek rengek, meminta mereka menyudahi pembantaian kepada diriku ini.

Tetapi mereka mana ingin mendengarkanku?

"Oooh… sudaah… hentikaaan…", saya selalu menjerit, merengek-rengek, meminta dengan napas yang terengah-engah.

Tetapi lidah yang nakal itu masih juga main di lubang vaginaku, menyerang serta mengeduk tanpa ampun. Daun telinga kiriku terus dilumat secara halus, lalu jilatan dan ciuman di leherku ini… pun semua rabaan tangan tangan mereka yang penuh hasrat di sekujur badanku ini…

"Aaaah…", saya menjerit panjang, tidak sanggup terima siksaan orgasme buat orgasme yang menderaku sejak mulai badanku jatuh ke tangan tiga pejantanku.

BERSAMBUNG...

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama